Ritual Seks Bebas di Gunung Kemukus
Berita+62, Jakarta - Lokasi wisata Gunung Kemukus di Sragen, Jawa Tengah, jadi tempat yang ramai didatangi pelancong, lebih saat ritual Jumat pon. Direncanakan ada seputar 3.000 pengunjung memadati tempat ini.Baca Juga : Rizieq Shihab Belum PulangBeberapa pelancong yang hadir dari beberapa wilayah mempunyai arah spesial, untuk lakukan pesugihan di Gunung Kemukus. Tetapi dibalik kunjungannya itu, mereka malah asik lakukan sex bebas.
Ziarah umumnya dikerjakan pelancong di muka makam Pangeran Samudro. Makam ini dipandang keramat buat masyarakat seputar. Tetapi, beberapa pengunjung yakin, jika ingin pesugihannya lancar harus lakukan pesta sex di wilayah ini.
Satu orang wanita paruh baya akui, ritual di lereng Kemukus sudah dijalaninya semenjak beberapa puluh tahun yang lalu. Maklum, tuturnya, disana ia dapat memperoleh kelancaran rizki serta dikasih kemakmuran yang lain.
Banyak ritual dikerjakan wanita berumur 40 tahun ini saat di makam keramat. Diantaranya mandi kembang di Sendang Ontrowulan, selesai berdoa.
Selesai mandi kembang ini, umumnya ritual sex akan diawali. Diakuinya, sempat lakukan hal tersebut jadi ketentuan supaya doanya diloloskan melalui penghubung makhluk gaib di makam Pangeran Samudro.
"Ya sempat begituan. Tetapi kan saya gunakan layanan (terkait tubuh) orang sana. Tuturnya tidak bisa gunakan layanan dari suami sendiri," tutur wanita yang malas disebut namanya waktu terlibat perbincangan dengan merdeka.com, Senin 24 November 2014 yang lalu.
Menurutnya, ritual nyeleneh itu dijalaninya sepanjang tujuh kali beruntun pada Kamis Pahing, Jumat Pon, Jumat Kliwon serta waktu Malam 1 Suro datang. Ritual sex sepanjang tujuh kali harus dikerjakan dengan pria yang sama pertama kalinya terkait tubuh dengannya.
Ritual sex bebas di Gunung Kemukus Sragen, Jawa Tengah, sempat jadi perhatian dunia karena diterbitkan satu orang pewarta asal Australia. Hasilnya, memang diketemukan terdapatnya pekerjaan prostitusi berkedok cari sugih.
Sangkaan terdapatnya mencari untung dalam ritual sex diutarakan lima mahasiswa UGM. Mereka ialah Fitriadi, Melfin Zaenuri, Rangga Saat Mahasiswa, serta Surya Aditya, serta Taufiqurahman.
Dalam penelitiannya, mereka ungkap bukti dibalik mitos ritual sex di Gunung Kemukus. Disebut, ritual sex itu menyengaja dibuat oleh pelaku tersendiri buat mengangkat usaha prostitusi.
Deposit Via OVO"Berdasarkan riset kami, mitos ritual sex memang menyengaja dibuat oleh beberapa pelaku tersendiri atau agen untuk kebutuhan ekonomi," tutur Taufiqurahman, salah satu orang periset.
Ada dua versus mitos untuk beberapa peziarah makam Samodro. Pertama, bersumber dari juru kunci makam. Juru kunci umumnya mengatakan jika berziarah ke Makam Pangeran Samudro harus punya niat lurus serta suci serta melarang beberapa peziarah lakukan ritual sex.
Sedang versus ke dua bersumber dari orang luar. Dari sini, mereka malah mewajibkan beberapa peziarah kerjakan ritual sex. Itu harus dikerjakan jika peziarah ingin doanya terkabul.
"Versus ini diwacanakan oleh pemilik warung serta layanan penginapan yang sekaligus juga sediakan wanita pekerja sex untuk kebutuhan ekonomi," tutur Taufiqurahman.
Disangka mitos versus ke-2 untuk menggairahkan usaha prostitusi di Gunung Kemukus supaya terus berjalan. Ditambah lagi sampai kini, rotasi rupiah dalam usaha prostitusi itu termasuk besar.
Dari catatannya, tempat wisata Makam Pangeran Samodro di Gunung Kemukus setiap tahun memberi seputar Rp 190 juta untuk Penghasilan Asli Wilayah (PAD) Sragen datang dari retribusi. "Setiap tahun ada seputar 30.000 orang yang berkunjung ke makam itu. "
Sebab besarnya rotasi rupiah itu, membuat wawasan ritual sex di Gunung Kemukus selalu dibuat. Hingga, jika tidak ada wawasan tandingan pada mitos ritual sex, praktik prostitusi terselubung itu akan makin berkembang.
Perubahan itu bisa berimplikasi pada sosiologis seperti perdagangan manusia. "Praktik ritual sex akan makin ramai, karena itu juga keperluan pada PSK akan makin banyak," jelas Taufiqurrahman.
(Liputan 6 TV)
Ritual nyeleneh di Gunung Kemukus, Sragen, mengisap perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Menurutnya, kuasa penutupan praktik prostitusi berkedok ritual adalah wewenang Bupati.
"Saat orang bertanya ke saya memang komparasinya tidak apple to apple. Jika itu wewenang propinsi serta diberi wewenang seperti Pak Ahok telah saya beresin dari tempo hari. Tetapi ini kan seperti Dolly ya, Dolly kan yang nutup bukan gubernur tetapi pengaturan," kata Ganjar selesai acara pengarahan Presiden Joko Widodo pada beberapa gubernur di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (24/11/2014).
Ganjar menjelaskan, dianya telah lakukan pengaturan dengan Bupati Sragen serta mengemukakan pandangannya pada Bupati Sragen jika semestinya praktik prostitusi berkedok ritual di Gunung Kemusuk itu selekasnya ditutup.
"Karenanya prostitusi serta cukup beresiko. Bahaya itu ya kita bicara dari bagian kesehatan, moralitas, macem-macem lah," papar Ganjar.
Ganjar memperjelas, memerlukan pembalikan ke arah awal tempat itu jadi tempat ziarah. "Jika ziarahnya silahkan, menurut saya harus ada saat ini mengubah dalam rel ziarah, bukan dengan ajaran sesat prostitusinya," katanya.
Dia juga akui malu tempat itu jadi perhatian media-media asing. "Sampai luar negeri tahu, malu lah," tutup Ganjar.
Ajakan Ganjar lansung disikapi Pemerintah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Tempat penginapan serta karaoke di seputar lokasi ziarah Gunung Kemukus ditertibkan di akhir November 2014. Sekitar 69 tempat karaoke serta 158 PSK yang sampai kini ada dilarang bekerja.
Hasil penertiban ini demikian rasanya. Situasi yang kelihatan ramai pada Jumat Pon, sekarang mulai mulai berlainan.
"Dahulu jika malam Jumat Pon atau malam Jumat Kliwon biasa sampai 3 ribu orang. Tetapi malam Jumat Pon tempo hari cuma 1.099 pengunjung," papar Kepala Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD) Pariwisata Kecamatan Sumberlawang, Marcello Suparno pada merdeka.com.
Karena terdapatnya praktik asusila ini, diadukan ada 12 masyarakat seputar Gunung Kemukus terjangkit virus Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Ini mencengangkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
"Saya bisa laporan dari Dinas Kesehatan Pemkab Sragen jika ada 12 orang terserang penyakit AIDS disana," papar Ganjar selesai mengadakan doa tahlil di muka Makam Pangeran Samudro di Lokasi Gunung Kemukus, Kabupaten Sragen, Jateng, Kamis (8/6/2017).
Ia mengutarakan, ke-12 orang itu adalah masyarakat pendatang serta bukan masyarakat asli Gunung Kemukus. Menurutnya, ini tunjukkan jika aktor ritual sex menyelimpang yang berkedok ziarah di Makam Pangeran Samudro ialah masyarakat luar daerah Sragen.
"Pendatang. Ada orang dari daerah Pantura. Yang stay di sini, minta maaf antara itu yang 'jualan' (mengadakan praktik prostitusi berkedok ziarah) di sini itu pendatang," jelasnya.
Deposit Via OVOGanjar akui sudah minta Pemkab Sragen untuk lakukan pendampingan serta mengubah Lokasi Gunung Kemukus jadi lokasi wisata murni religius.
"Pemerintah Sragen telah positif membuat langkah pertama serta semoga pelan-pelan kita akan lakukan. Jika butuh suport propinsi kelak kita lakukan. Diluar itu ini bukanlah masalah lokasi saja dan juga mental spritual hingga keinginan kita mereka dapat kita (Pemprov Jateng) switch, kita dampingi," terangnya.
Ganjar menjelaskan, usaha proses mengubah budaya itu harus dikerjakan dengan setahap. Menurutnya, bila warga seputar telah mengerti seutuhnya karena itu penegakan hukum serta larangan prostitusi harus betul-betul ditegakkan oleh pemerintah ditempat.
"Mungkin pendekatan itu yang harus dikerjakan. Ya jika telah dikerjakan setahap terus-terus kan bagus. Paling akhir jika warga telah terima bagus, penegakan hukumnya warga harus mulai kenceng," katanya.
Ganjar memberikan tambahan, dianya optimistis sebab usaha mengubah budaya serta mengubah lokasi wisata Gunung Kemukus di Kabupaten Sragen tidak seberat hilangkan praktik prostitusi di lain tempat. Seperti yang dikerjakan Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini yang sukses tutup Lokasi Lokalisasi Dolly di Kota Surabaya, Jawa timur.
"Berarti ini tidak separah kompleks lokalisasi kan. Kan ini harusnya lebih mudah. Kita dapat lebih belajar dari Surabaya, terutamanya di Dolly kan," pungkas Ganjar.
Sumber : Liputan6

