Slot Online

Selasa, 18 Agustus 2020

ICRC Catat Lebih dari 600 Tenaga Medis COVID-19 Alami Kekerasan Saat Pandemi

0 comments

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mencatat lebih dari 600 tenaga kesehatan yang mengalami kekerasan secara fisik maupun mental selama pandemi virus Corona. ICRC mendesak negara-negara untuk terbuka dengan informasi yang memicu kekerasan terhadap tenaga medis itu.

Dilansir AFP, Selasa (18/8/2020) Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan tatal 611 laporan kekerasan, pelecehan atau stigmatisasi terhadap petugas kesehatan, pasien dan infrastruktur medis terkait dengan pandemi Corona.


ICRC mengatakan insiden itu terjadi di 40 negara sepanjang Februari hingga Juli 2020. Dia menyebut angka yang sebenarnya kemungkinan lebih besar dan lebih tinggi dari yang dilaporkan.

"Krisis ini telah membahayakan petugas kesehatan pada saat mereka sangat dibutuhkan," kata kepala inisiatif Perawatan Kesehatan dalam Bahaya, ICRC, Maciej Polkowski.

"Suasana ketakutan ini, yang sering ditambah dengan kurangnya alat pelindung diri yang memadai, menambah tekanan yang signifikan pada kesehatan fisik dan mental mereka dan keluarga mereka," sambungnya.

ICRC mencatat lebih dari 20 persen kasus melibatkan serangan fisik, sementara 15 persen adalah insiden 'diskriminasi berbasis rasa takut' dan 15 persen lainnya adalah serangan atau ancaman verbal.

Di antara insiden yang dialami terhadap orang tertentu, 67 persen menargetkan petugas kesehatan, sementara hampir seperempat menargetkan yang terluka dan sakit termasuk pasien yang suspek COVID-19, sementara lima persen menargetkan orang terlantar dan pengungsi.

"Ketakutan tertular penyakit dan kurungnya pengetahuan dasar tentang COVID-19 sering menjadi alasan dibalik tindakan kekerasan terhadap petugas kesehatan dan pasien," kata kepala kesehatan ICRC, Espetanza Martinez.

Selanjutnya Halaman 1 2 palang merah internasional icrc tenaga kesehatan pandemi virus corona virus corona

sumber : detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar